Distribusi

Gerakan Berbagi Kelezatan
Dukung Perbaikan Gizi Anak Indonesia

by Diandra Caesarlita - June 6, 2017 - 12:20 WIB

Peta Distribusi

Gerakan Berbagi Kelezatan Dukung Perbaikan Gizi Anak Indonesia. (SINDOnews.Diandra Caesarlita).

JAKARTA - Bulan suci Ramadan selalu identik dengan bulan penuh berkah. Tak sedikit dari kita yang kerap berlomba-lomba untuk berbagi kebaikan dengan sesama di bulan nan suci ini. Pada Ramadan tahun ini, PT. Sumber Prima Anugrah Abadi selaku produsen Bakso Sumber Selera mengadakan gerakan Berbagi Kelezatan yang sekaligus dalam rangka mendukung program perbaikan status gizi buruk anak Indonesia.

"Memang sangat ironi, disatu sisi kita begitu mudah menikmati makanan yang nikmat dan penuh nutrisi. Namun nyatanya, di tengah-tengah lingkungan kita masih ada sebagian kalangan anak Indonesia yang kondisinya justru sebaliknya. Mereka begitu sulit memenuhi kebutuhan nutrisi gizi yang mereka butuhkan. Oleh karena itu, ditengah bulan suci Ramadan seperti saat ini, kami mengadakan gerakan donasi yang diharapkan bisa lebih bermanfaat dan penuh berkah," jelas Mumu Alqodir selaku General Manager Operations PT. Sumber Prima Anugrah Abadi saat ditemui di konferensi media 'Berbagi Kelezatan' di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (5/6/2017).

Kegiatan Berbagi Kelezatan ini dapat dilakukan oleh konsumen setia Bakso Sumber Selera dengan membeli setiap produk Bakso sumber selera isi 25 dan 50 yang kemudian struk pembelian tersebut dan photo produknya dikirimkan ke facebook messanger Bakso Sumber Selera.

Dengan melakukan hal tersebut berarti konsumen telah berdonasi sebanyak Rp. 1000 yang nantinya akan dikumpulkan dan disalurkan guna memperbaiki status gizi buruk anak Indonesia, khususnya yang berada di wilayah Kecamatan Teluknaga Kabupaten Tangerang.

Program yang didukung penuh oleh PKPU Human Initative ini akan berlangsung selama enam bulan, namun untuk mekanisme pengumpulan donasi akan dihimpun dari hasil penjualan produk Bakso Sumber Selera sepanjang bulan Ramadhan ini. Selaku Direktur Kemitraan PKPU, Andjar Radite turut menjelaskan bahwa program ini sejalan dan didukung penuh oleh pemerintah.

"Secara teknis kita bekerjasama dengan petugas kesehatan dari pemerintahan daerah setempat. Setiap anak, intervensinya akan berbeda-beda. Semua tergantung kondisi dilapangan. Bisa karena asupan gizi kurang saat ibu hamil dan setelah bayi lahir atau karena kurangnya wawasan warga tentang bagaimana memanfaatkan semua daya dukung lingkungan untuk memenuhi kebutuhan gizi," pungkasnya.

Source : Gerakan Berbagi Kelezatan Dukung Perbaikan Gizi Anak Indonesia